Pelaku Pembunuhan di Bangkes Ditangkap Polisi, Ternyata Masih Adik Kandung

Polres Pamekasan saat melaksanakan Konferensi pers.

HALLOBERITA, PAMEKASAN- Pelaku pembunuhan terhadap MM (37), warga Dusun Lekok Barat II, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Pamekasan, telah dibekuk kepolisian.

Kasus pembunuhan tersebut terterjadi pada Rabu (4/5/2022), pukul 22.30 lalu. Pelaku tak lain adik kandungnya sendiri, MH (30), yang rumahnya bersebelahan dengan korban.

Tersangka MH ditangkap petugas Polres Pamekasan, berikut sejumlah barang bukti, seperti pedang samurai panjang 115 CM, beberapa pongkahan pecahan batu bata dan gagang cangkul.

Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto, saat konferensi pers mengatakan, dari keterangan tersangka MH, ia mengakui jika dirinya yang melakukan penganiyaan terhadap kakaknya.

BACA JUGA:  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

“Pemicunya, tersangka marah dan menegur korban, lantaran malam kejadian, korban membunyikan sound sistem dengan suara keras dan ditinggal pergi. Sementara di depan rumah, terdapat kegiatan pengajian, sehingga suara sound sistem itu mengganggu jalannya pengajian,” tuturnya.

Pihaknya menjelaskan, Saat itu, ketika korban datang dan suara sound sistem masih menghentak-hentak, tersangka menasihati korban agar lain kali, jika malam hari, terutama terdapat kegiata pengajia di rumah tetangga, jangan lagi membunyikan musik terlalu keras.

BACA JUGA:  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

“Namun karena di saat menasihati, nada tersangka agak meninggi, membuat korban tidak terima, sehingga timbul cek-cok mulut, yang kemudian korban mengambil sepongkah batu dan dilemparkan mengenai kepala tersangka, hingga berdarah. Begitu juga tersangka melemparkan batu kepada korban,” terangnya.

Kala itu, tersangka melihat gelagat sepertinya korban hendak mengambil pisau dari balik bajunya, sehingga tersangka buru-buru masuk rumah dan mengambil pedang lalu ditebaskan berulang-ulang mengenai leher belakang korban. Selanjutnya korban jatuh tersungkur dan tewas di lokasi kejadian.

“Melihat kakaknya ambruk dan tewas, tersangka melarikan diri dan bersembunyi di satu tempat. Dan di saat tersangka dan korban terlibat cek-cek mulut itu, di antara warga sempat melihat, namun pada waktu penganiyaan, warga tidak mengerti,” tandasnya.

BACA JUGA:  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Pihaknya juga menyampaikan, selama proses penyelidikan dan penyidikan tersangka tersebut, mengaku dan merasakan penyesalan yang mendalam. Terutama atas akibat fatal dari perbuatannya yang menyebabkan kematian korban yang merupakan kakak kandung sendiri.

“Tersangka dikenakan pasal 338 subsider 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (RED)