Berita  

MHQ se Madura Memperebutkan Piala Bupati Pamekasan Diwarnai Kecurangan Panitia, Peserta Lolos ke Final Didiskualifikasi

Pamekasan, Hallo Berita – Pelaksanaan Musabaqoh Hifzil Qur’an (MHQ) yang memperebutkan Piala Bupati Pamekasan, oleh Konstanta (Konsolidasi para Bintang Intelektual) Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, menuai polemik di kalangan peserta. Sabtu, 28/5/22.

Pasalnya, panitia MHQ tingkat Madura tersebut dinilai tidak adil dalam pelaksanaan lomba.

Hal itu dibuktikan dengan adanya peserta MHQ yang dinyatakan lolos ke babak final memperebutkan juara 1,2 dan 3, namun oleh panitia didiskualifikasi.

Menurut Hasibuddin, alasannya karena peserta tersebut saat ini berumur 12 tahun, menginjak 13 tahun. Sedangkan panitia penyelenggara tidak mempersoalkan sebelumnya.

Saat pendaftaran kata Hasib, sapaan akrabnya, peserta telah menyetorkan KK sebagai persyaratan pendaftaran, dan panitia tidak mempersoalkan hal tersebut.

Namun, ketika proses pelaksanaan lomba berlangsung, dan peserta Ahmad Zainal Arobi tersebut telah berkompetisi memperebutkan juara 1,2 dan 3, tiba-tiba didiskualifikasi.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Ungkap Kunci Sukses Citarum Harum

Yang membuatnya merasa tidak terima, berita diskualifikasi tersebut diinformasikan setelah para peserta melaksanakan lomba (final) tinggal menunggu keputusan juara.

“Selain itu, pihak panitia kurang tegas dalam menegakkan peraturan karena jelas-jelas peserta yang dinyatakan gugur dipanggil kembali dikeesokan harinya dengan alasan juga tidak jelas,” sesal Hasib terhadap putusan panitia.

Hasib menambahkan bahwa ajang perlombaan tersebut hanya untuk memperkaya panitia saja, terbukti dengan beberapa kejanggalan yang terjadi.

“Sangat berdosa panitia yang ikut andil karena sudah mengambil uang pendaftran dan tau-taunya diakhir perlombaan tetep didiskualfikasi, dan itu sudah jelas hanya ingin mengambil banyak keuntungan dari uang pendaftran yang sudah jelas ada peserta yang tidak layak tapi tetap diterima,” imbuhnya.

komentar lain juga muncul di group WA pendamping lomba MHQ tersebut, yang menyayangkan sikap pilih kasih panitia terhadap peserta.

BACA JUGA:  Hari Lahir Pancasila Diikuti Genzi dari 23 Provinsi, Jabar Gelar Bangkit Fest 2022

“Mohon maaf ustadz, minta tolong ustadz sampaikan kepada ustadz yang bilang kalau ananda Robi itu dimasukkan ke Juara itu dosa/dhalim karena tidak adil memenuhi syarat,” katanya.

“Maka juga perbuatan mendiskualifikasi ananda Robi setelah masuk final karena dianggap tidak memenuhi syarat itu dhalim/dosa juga karena membiarkan ananda Robi hilang senangnya bisa masuk final. Sedangkan yang memutuskan masuk final juga panitia. Sampai ananda Robi hujan2 berangkat bersama kedua orang tua nya hanya ingin tampil di final. Setelah tampil di final kemudian ananda Rabi didisfikualifikasi karena dianggap tidak memenuhi syarat umur,” sesalnya.

“Mengapa syarat umur itu baru dipersoalkan setelah ananda Robi masuk final. Ini benar-benar sikap dhalim dari panitia. Ini namanya mempermainkan kita ustadz. Ini jangan dibiarkan. Karena kalau dibiarkan akan menjadi pelajaran tidak baik pada karakter bangsa,”

BACA JUGA:  Hadapi Idul Adha, Jabar Siap Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban Sehat

“Saya hanya kasihan dan tidak tega pada ananda Robi dan keluarganya ustadz. Mereka merasa didhalimi!” tegasnya

Salah satu pengasuh pesantren yang mendelegasikan santrinya juga berniat menadukan kecurangan acara tersebut kepada Bupati Pamekasan, H. Baddrut Tamam.

“Minta tolong sampaikan ke Panitia sekarang juga sebelum diumumkan bahwa saya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur’an sekaligus sebagai Ketua Yayasan Nurul Qur’an akan menyampaikan hal ini kepada bapak Bupati Pamekasan,” tandasnya.

Perlu diketahui bahwa MHQ tersebut diselenggarakan sejak tanggal 26-28 Mei 2022, dan dibuka langsung oleh Bupati Pamekasan, H. Baddrut Tamam, di Balai Desa Palengaan Laok.

Hingga berita ini dinaikkan, Ketua panitia belum merespon konfirmasi dari wartawan. (Fiki)