Asuransi Tak Acc Hinggan Unit Ditarik Tanpa Sebab, Ahli Waris Debitur FIF Group Pamekasan akan Tempuh Jalur Hukum

Ilustrasi

PAMEKASAN,- Kredit barang memang sudah menjadi pilihan bagi masyarakat saat tidak memiliki uang yang cukup untuk langsung membayar secara tunai, sama halnya pada sepeda motor.

Saat kredit berlangsung, pasti ada saja hal tidak mengenakkan terjadi. Misalnya, hal terburuk bahwa debitur meninggal dunia.

Hal ini sungguh sangat disayangkan mengingat kredit tidak dapat langsung dianggap lunas, tetapi masih harus tetap dibayarkan karena pihak leasing sudah pasti tidak mau menanggung kerugian.

Sudah kehilangan salah seorang anggota keluarga, pihak debitur juga pasti pusing untuk mengatasi hal perkreditan yang belum lunas ini.

Hal ini terjadi kepada salah satu debitur FIF Group Pamekasan yang meninggal dunia dan ahli warisnya mengaku hanya diimidiiming-imingi akan menerima asuransi dan uang kematian sebesar Rp 1.500.000.

Adalah Hasan Agus Mulyono yang merupakan ahli waris dari Debitor Irfanny Zuhrufillah yang tidak lain suaminya.

Almarhumah Irfanny melakukan kredit dengan unit motor Vario warna hitam pada bulan Maret 2021. Saat menjalani angsuran, Irfanny tidak pernah nunggak.

BACA JUGA:  Kinerja Bisnis Gemilang, bank bjb Raih Penghargaan Bank Terbaik 2022

Hingga Irfanny Zuhrufillah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan nyawanya melayang, selalu aktif membayar angsuran sesuai kesepakatan, Bahkan pada bulan juni 2022 masih terbayarkan.

Pembayaran dilakukan oleh suaminya, Hasan Agus Mulyono. pada bulan Februari 2022, tepatnya tujuh hari meninggalnya istrinya, Hasan dihubungi pihak FIF Group untuk melakukan pembayaran.

Saat dihubungi melalui via telepon seluler, Hasan menyampaikan bahwa istrinya meninggal dunia akibat kecelakaan.

Saat itu juga, pihak FIF Group melalui pegawainya inisial A memberikan garansi kepada Hasan bahwa kredit motor istrinya akan mendapat asuransi.

Selain asuransi yang disampaikan pegawai FIF Group, Hasan juga diberi janji manis akan menerima uang kematian sebesar Rp 1.500.000.

Tepat bulan April 2022, Hasan dihubungi oleh pihak FIF Group. Kabar yang disampaikan kepada Hasan perihal tidak diterimanya persyaratan asuransi yang diajukan Hasan.

BACA JUGA:  Catatkan Kinerja Cemerlang, bank bjb Raih Penghargaan Saham Terbaik 2022

“Saat dihubungi, asuransinya ditolak karena tidak ada SIM milik istri. Padahal persyaratan yang disampaikan tidak ada SIM-nya,” ucapnya.

Hasan merasa aneh karena secara tiba-tiba pihak dihubungi dan langsung menyampaikan bahwa pengajuan asuransinya ditolak.

“Saya kaget, karena dari 15 persyaratan asuransi tidak meminta SIM. Tiba-tiba pengajuan saya ditolak karena tidak menyertakan SIM istri,” ungkapnya.

Meski curiga dipermainkan, Hasan tetap melakukan pembayaran angsurannya. Terakhir, Hasan melakukan pembayaran pada tanggal 30 Juni 2022.

Namun, pada hari Jum’at, tanggal 22 Juli 2022, motor Hasan ditarik secara tiba-tiba oleh leasing FIF Group Pamekasan.

“Penarikan tanpa alasan yang jelas dan tanpa kordinasi kepada saya selaku suami atas nama, yang saat ini sebagai ahli waris,” terangnya.

Hasan mengaku kecewa atas tindakan semena-mena FIF Group yang tanpa alasan menarik motornya.

Atas kejadian itu, Hasan berupaya akan menempuh jalur hukum. Sebab, Hasan merasa dipermainkan dan dirugikan.

BACA JUGA:  Nonton Konser Musik Digicash PlayList Live Festival 2.0 Semakin Seru, Banyak Promo Pakai DIGI dan DigiCash

Sementara itu, bagian Asuransi Astra yang berkantor di FIF Group Pamekasan, Soleh mengatakan bahwa pengajuan asuransi Hasan ditolak karena tidak melampirkan SIM istrinya.

Ia mengakui bahwa persyaratan yang diberikan kepada Hasan ada kekurangan. Kekurangan itu bukan dari pihaknya, melainkan dari Asuransi Astra.

Sebab, asuransi yang diajukan Hasan, istrinya meninggal dunia dalam keadaan kecelakaan, sehingga SIM debitur menjadi persyaratan wajib.

“Karena kan ibu Irfanny meninggal karena kecelakaan, jadi harus melampirkan SIM-nya. Ia jadi persyaratan juga,” kata Soleh.

Menurutnya, kasus pengajuan asuransi atas nama Irfanny Zuhrufillah, saat ini masih dalam tahap banding. Artinya, masih ada harapan untuk menerima asuransi.

“Sekarang kami masih melakukan banding. Nah untuk balasannya (diterima tidaknya) belum tahu kapan. Nanti setelah keluar saya kabari pak Hasan,” tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan, masih belum konfirmasi kepada bagian penarikan unit FIF Group Pamekasan, terrkait penarikan unit. (Shb/*)