bjb PESATkan UMKM Hadir di Gresik dan Sidoarjo

SURABAYA – bank bjb melalui Kantor Cabang Surabaya senantiasa mendukung dunia usaha khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk kembali bangkit pasca pandemi dan terus tumbuh dengan bjb PESATkan UMKM yang digelar di Gresik, Rabu 7 September 2022 dan di Sidoarjo, Kamis 8 September 2022.

bjb PESATkan UMKM merupakan program pelatihan dan pembinaan bagi UMKM dalam bentuk edukasi mengelola dan mengembangkan usaha dengan baik dan benar, mulai dari pengelolaan keuangan serta beragam pembelakan soft skill praktis lainnya.

Para pelaku UMKM juga diperkenalkan tentang digital marketing sehingga dapat melakukan penjualan melalui platform digital serta media sosial agar bisnis meningkat secara optimal.

BACA JUGA:  27 Pemda Kabupaten dan Kota di Jawa Barat Promosikan UMKM di Ajang KKJ dan PKJB 2022

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan bank bjb sangat peduli dengan UMKM karena salah satu penopang ekonomi terbesar di Indonesia serta punya peranan sangat vital dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

“bjb PESATkan UMKM merupakan komitmen dan perhatian bank bjb sebagai sahabat setia para pelaku UMKM agar dapat tumbuh bersama,” ujar Widi.

UMKM menjadi salah satu kelompok terdampak pandemi sehingga banyak para pelaku yang bisnisnya jatuh dan tidak mampu bertahan.

Kini, para pelaku UMKM dituntut untuk lebih kreatif inovatif dalam menjajakan produknya ke masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.

BACA JUGA:  Jabar Antisipasi Arus Balik Beserta Ancamannya

“Masyarakat lebih memilih melakukan pembelian melalui marketplace/toko online sehingga para pelaku UMKM harus terus berpacu dengan teknologi terkini jika produknya ingin terus berkembang dan laku di pasaran. Karenanya digitalisasi UMKM merupakan hal penting yang harus dilakukan,” kata Widi.

Melalui bjb PESATkan UMKM, para peserta diperkenalkan dengan produk serta layanan bank bjb, khususnya produk-produk kredit UMKM untuk pembiayaan modal usaha dan produk digital banking bank bjb.

Selain itu peserta juga diperkenalkan dengan produk bjb DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) untuk membantu UMKM memahami akan pentingnya mempersiapkan masa pensiun.

“Melalui penggunaan produk dan layanan bank bjb ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi dan peran perbankan untuk dapat berkembang dan memiliki prospek yang baik ke depannya,” kata Widi.

BACA JUGA:  MHQ se Madura Memperebutkan Piala Bupati Pamekasan Diwarnai Kecurangan Panitia, Peserta Lolos ke Final Didiskualifikasi

Penyelenggaraan kegiatan pelatihan bjb PESATkan UMKM dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Kegiatan diselenggarakan di meeting room hotel yang terjamin kebersihan dan higienitasnya.

Selain itu, jumlah peserta dibatasi sebanyak maksimal 50 orang per kegiatan disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku di masing-masing daerah.

Bahkan tersedia fasilitas termo gun, hand sanitizer serta perlengkapan sterilisasi lainnya di tempat kegiatan. Para peserta dan panitia penyelenggara juga wajib menggunakan masker.