Berita  

Gempur akan Laporkan Dugaan Pemalsuan Dokumen Proyek Pembangunan Gedung Baru IAIN Madura

Pamekasan, Hallo Betita – Sejumlah mahasiswa IAIN Madura lakukan Aksi Demonstrasi di depan kantor Rektorat IAIN Madura, pada Rabu, (05/10) mereka meminta rektor segera mengeluarkan surat edaran pemberhentian proses pembangunan gedung baru IAIN Madura sampai kasus dituntaskan.

Aksi demonstrasi tersebut mengenai dugaan adanya indikasi penipuan dan pemalsuan dokumen dalam proses pengajuan lelang untuk memenangkan proyek pembangunan gedung IAIN Madura 2022.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemandu Revolusi (GEMPUR) IAIN Madura juga mengancam akan melaporkan ke kejaksaan negeri Pamekasan dan Kejaksaan Negeri Jawa Timur untuk diproses

Khoirul Anam selaku Koordinator Aksi mengaku mencium adanya penipuan dan pemalsuan dokumen yang terjadi pada saat proses pengajuan lelang kontrak untuk memenangkan kontraktor pembangunan gedung IAIN Madura 2022.

BACA JUGA:  Nonton Konser Musik Digicash PlayList Live Festival 2.0 Semakin Seru, Banyak Promo Pakai DIGI dan DigiCash

“Kami memiliki bukti autentik terkait dugaan pemalsuan tersebut, kami menduga bahwa pihak pemenang proyek ada kongkalikong dengan pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan pejabat lainnya untuk memenangkan proyek pembangunan yang menelan anggaran 6,5 Miliar tersebut,” teriak Khoirul Anam dalam orasinya.

“Indikator pemalsuan tersebut berupa invoice dalam dokomen milik PT. Getar Gemilang Sakti, namun pada saat kami mengkonfirmasi ke Mitra dan Pemilik PT. GETAR, ternyata pihaknya tidak pernah mengeluarkan barang apapun, bahkan dirinya mengaku bahwa invoice itu bukan miliknya, ini jelas ada oknum yang bermain di kampus yang harus ditindak” tegas herul sapaan akrabnya.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Resmikan Penataan Kalimalang Bekasi

“Sudah jelas, dalam persyaratan lelang kontraktor harus memiliki peralatan baik itu sewa maupun milik sendiri dan harus dilampiri Invoice sebagai bukti kepemilikan, invoice itu bukti pembelian peralatan,”ucapnya.

“sehingga kami menduga, CV Putra Bintang sebagai pemenang proyek dan PT Duta Abadi Lancar Mandiri sebagai pendukung peralatan, pada saat melakukan sewa menyewa peralatan untuk proyek pembangunan tidak memiliki bukti pembelian sehingga terjadilah pemalsuan dokumen Invoice milik salah satu PT yang terindikasi dipalsukan tersebut,”

“Kami sudah mengantongi bukti bahwa pihak PT Getar tidak pernah mengeluarkan Invoice tersebut, bahkan nomor rekening yang tertera bukan milik PT GETAR,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Hari Air Sedunia 2022 Jabar Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkeseimbangan

GEMPUR meminta pihak Rektor untuk tidak main-main dalam menuntaskan persoalan tersebut.

“segera keluarkan Surat Edaran penghentian sementara proses pembangunan gedung IAIN Madura 2022.

Pihaknya berjanji akan melaporkan kasus tersebut terhadap Kejaksaan Negeri Pamekasan dan Jawa Timur.

Sementara dalam Aksi demonstrasi tersebut ditemui langsung oleh PPK, Bendahara umum, WAREK 2, WAREK 3 dan Rektor IAIN Madura.

Tampak dalam proses dealektika antara pihak PPK & Koorlap terlihat begitu alot dan lama, pihak PPK (Ruswandi) dinilai selalu beralibi.

Pada saat dimintai bukti surat perjanjian kontrak dan Invoice oleh Khoirul Anam, pihak PPK ketar-ketir enggan menjawab dan enggan memberikan surat perjanjian. (Red)